Pengalaman Bermain Granger: Burst Cepat tapi Bergantung Positioning

By | December 10, 2025

Pengalaman Bermain Granger: Burst Cepat tapi Bergantung Positioning – Halo Sobat Mercenary Ops Game! Kalau Anda pernah memakai Granger, Anda pasti merasakan sensasi “menembak mati sebelum sempat disentuh.” Burst-nya cepat, tembakannya keras, dan ultimate-nya bisa menghabisi musuh dari jarak menengah. Tapi di balik efektivitas itu, ada satu syarat yang tak bisa ditawar: positioning harus bersih, kalau tidak Granger langsung jadi makanan empuk bagi assassin dan CC lawan.

Namun sebelum menganggap “Granger burst cepat tapi rentan posisi” sebagai fakta final, mari kita bedah lebih kritis: apakah ini memang sifat absolut, atau ada asumsi tersembunyi yang perlu diuji?


1. Kelebihan Granger: Burst Cepat yang Bisa Menghapus Hero Tipis Seketika

Mari mulai dari bagian menyenangkan: kekuatannya.


1.1. Burst Damage Besar dari Skill 1 dan Skill 2

Granger bukan marksman DPS, ia adalah marksman burst.
Dengan skill 1 yang melontarkan 6 peluru dan satu peluru terakhir yang kritikal, ia bisa:

  • menghabisi mage dalam satu kombo,
  • menekan marksman lawan sebelum mereka bisa menyerang balik,
  • membalikkan skenario duel dalam hitungan detik.

Asumsinya:
Burst besar = keunggulan konsisten.

Skeptis akan berkata:
Burst besar terasa kuat hanya jika skill-nya mengenai target.
Ketergantungan akurasi membuat Granger berbeda dari marksman auto-attack.

Artinya, ia tidak hanya mengandalkan mekanik, tapi juga prediksi dan timing.


1.2. Ultimate yang Fleksibel untuk Burst, Poke, atau Finishing

Rhapsody → Rondo → Death Sonata adalah kombo klasik Granger.

Ultimate-nya:

  • bisa menjadi finisher dari jarak aman,
  • bisa mengejar musuh yang kabur,
  • bisa membuka teamfight dengan poke.

Namun ada hal yang sering dilewatkan pemain:
Ultimate Granger itu mudah dihindari jika timing atau jaraknya tidak tepat. Artinya, burst besar itu tidak otomatis “pasti kena.”


1.3. Mobilitas Lumayan dari Rondo

Dua dash membuat Granger terasa lebih aman dibanding marksman lain tanpa escape.

Tapi mobilitas ini dianggap lebih kuat dari kenyataan.
Mengapa?

  • dash-nya pendek,
  • cooldown-nya relatif lama jika tidak kena peluru kritikal,
  • tidak memberi immune atau invulnerability.

Jadi mobilitas Granger lebih ke repositioning mini, bukan eskapisme penuh.


1.4. Early-Mid Game Sangat Kuat

Granger adalah salah satu marksman yang bisa menekan tempo pertandingan sejak menit awal. Jungle cepat, rotasi cepat, dan burst cepat—kombinasi yang memaksa lawan lebih defensif.

Tapi perlu diperhatikan:
Keunggulan ini tidak bersifat linear. Late game Granger bisa kalah dengan mudah oleh marksman DPS seperti:

  • Melissa
  • Claude
  • Brody
  • Bruno

Artinya: kalau Granger tidak memimpin tempo, ia bisa tertinggal.


2. Kekurangan Granger: Bergantung Positioning—Tapi Seberapa Parah?

Sekarang mari kritisi sisi rentannya.


2.1. Tidak Punya Attack Speed Scaling → Tidak Efektif dalam Duel Panjang

Karena ia mengandalkan peluru, bukan DPS, Granger kalah di:

  • duel jarak dekat,
  • extended fight,
  • teamfight panjang.

Jika positioning buruk, ia harus berdiri terlalu dekat dan masuk ke jangkauan CC lawan.

Namun kekurangan ini bukan sekadar “tidak punya attack speed”—masalah utamanya adalah Granger harus bermain di jarak menengah, yang sering kali merupakan jarak paling berbahaya untuk marksman.


2.2. Rentan Terhadap CC dan Assassin

Karena dashed-nya tidak memberi immune, sekali kena:

  • Khufra
  • Tigreal
  • Saber
  • Hayabusa
  • Lancelot
  • Natalia

maka Granger hampir pasti tumbang.

Tapi kita perlu memperjelas asumsi:
Granger rentan bukan karena ia rapuh secara ekstrem, tapi karena ia harus mengatur jarak lebih aktif daripada marksman lain.

Ini membuat positioning bukan sekadar “penting,” melainkan penentu hidup atau mati.


2.3. Skill Shot Dependency

Semua skill Granger adalah skill shot.
Artinya:

  • prediksi salah → damage hilang,
  • musuh agile → sulit kena,
  • teamfight kacau → tembakan sering meleset.

Ini menimbulkan kesan bahwa Granger “lemah jika salah posisi,” padahal yang lebih akurat adalah:

👉 Granger lemah jika gagal hit skill
👉 yang sering terjadi akibat positioning yang tidak tepat.

Ini korelasi, bukan kausalitas langsung.


2.4. Burst Cepat = Harus Keluar Masuk Fight Sering

Karena burst cepat tetapi cooldown lumayan panjang, Granger tidak bisa:

  • berdiri terus di satu tempat seperti MM DPS,
  • memaksa 1v1 yang terlalu lama,
  • terus memukul tanpa jeda.

Ia harus:

  • muncul,
  • tembak,
  • mundur,
  • reposition,
  • masuk lagi.

Dan ini membuat positioning-nya selalu dinamis.
Kesalahan sekecil apa pun langsung dibayar mahal.


3. Menguji Logika: “Burst Cepat tapi Bergantung Positioning”

Mari kita lihat apakah klaim ini tahan uji.

A. Apakah burst cepat otomatis membuat hero kuat?

Tidak. Burst Granger besar, tapi syaratnya tinggi: harus kena, harus aman, harus di jarak tepat.

B. Apakah ketergantungan positioning berarti ia lemah?

Tidak juga. Banyak hero mekanik tinggi juga sangat bergantung positioning (Pharsa, Beatrix, Wanwan).
Perbedaannya: Granger tidak punya safety net yang kuat.

C. Apakah positioning buruk pasti membuat Granger kalah?

Hampir pasti iya.
Karena seluruh set skill Granger menuntut:

  • jarak menengah,
  • akurasi,
  • ruang tembak bebas CC.

Sedikit saja kacau, burst tidak keluar sempurna.


4. Perspektif Alternatif: Granger Sebagai “Adu Mekanik” Marksman

Cara lain memandang Granger:

  • ia bukan marksman klasik,
  • ia bukan sniper murni,
  • ia bukan DPS berkelanjutan,

melainkan:

👉 Marksman Assassin Hybrid.

Ia bermain seperti assassin jarak menengah:
masuk → burst → kabur → reposition.

Konsep ini menjelaskan kenapa positioning sangat menentukan.
Jika Anda melihat Granger sebagai “MM yang harusnya aman di belakang,” Anda akan menganggapnya rapuh.
Namun jika melihatnya sebagai “burst skirmisher,” gaya bermainnya jadi masuk akal.


Kesimpulan

Granger memang memiliki burst sangat cepat, kombo mematikan, dan keunggulan besar di early-mid game. Ia bisa menghabisi hero tipis dalam sekejap jika skill-nya tepat.

Namun ia juga sangat bergantung pada positioning, akurasi, dan timing karena:

  • tidak punya DPS berkelanjutan,
  • rentan terhadap CC dan assassin,
  • jarak serangnya menengah,
  • skill shot yang menuntut presisi.

Kombinasi kekuatan dan kelemahan ini menjadikan Granger hero yang:

Efektif sekali ditangan pemain yang paham spacing dan prediksi
Tapi rapuh bila dijalankan tanpa perhitungan jarak yang rapi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *