Keunggulan Martis Anti-CC dan Kelemahan Saat Kalah Tempo

By | December 13, 2025

Keunggulan Martis Anti-CC dan Kelemahan Saat Kalah Tempo – Halo, teman-teman mercenary ops game.
Kalau kita bicara soal fighter yang terasa “keras kepala” di tengah teamfight, nama Martis hampir selalu muncul. Hero ini sering dianggap sebagai jawaban atas meta crowd control berlebihan—stun, knock-up, slow, semua seakan tidak terlalu berarti baginya. Tidak heran jika Martis kerap disebut sebagai hero anti-CC yang cocok untuk bermain agresif sejak awal.

Namun, pengalaman bermain dan menghadapi Martis menunjukkan satu hal penting: keunggulan anti-CC ini sangat bergantung pada tempo permainan. Begitu Martis kalah tempo, keunggulan tersebut perlahan kehilangan dampaknya. Artikel ini akan membahas dua sisi itu secara seimbang—apa yang membuat Martis unggul, dan di mana ia mulai goyah.


Martis dan Identitas Anti-CC

Keunggulan utama Martis jelas terletak pada skill Ashura Aura (Skill 2). Selama animasi serangan berlangsung, Martis mendapatkan efek immune terhadap crowd control. Dalam praktiknya, ini membuatnya:

  • Tidak mudah dihentikan saat masuk war
  • Berani menerobos backline
  • Sulit dikunci oleh satu sumber CC

Asumsi umum pemain adalah:

“Kalau pakai Martis, CC musuh jadi tidak relevan.”

Asumsi ini sebagian benar, tapi tidak sepenuhnya akurat. Martis memang kebal CC, namun hanya pada jendela waktu tertentu. Di luar itu, ia tetap fighter biasa yang bisa di-stun, di-burst, atau di-zoning.

Artinya, keunggulan anti-CC Martis bukan pasif permanen, melainkan keunggulan berbasis timing.


Dominasi di Early Game: Kekuatan yang Nyata

Martis bersinar paling terang di early game. Damage dasar tinggi, skill area luas, dan sustain yang cukup membuatnya unggul dalam:

  • Duel satu lawan satu
  • Kontes objektif awal
  • Invasi jungle

Di fase ini, anti-CC Martis terasa sangat menindas. Banyak hero belum memiliki cooldown rendah, item penetrasi, atau burst yang cukup. Akibatnya, Martis sering menang adu mekanik maupun adu mental.

Namun, dominasi ini menciptakan jebakan berpikir: Martis seolah harus selalu unggul sejak awal. Ketika itu gagal, masalah mulai muncul.


Ultimate Martis: Reset yang Bersyarat

Skill ultimate Decimation sering dianggap sebagai penentu kemenangan teamfight. Reset cooldown ketika berhasil mengeksekusi lawan membuat Martis terlihat snowball-friendly.

Tetapi di balik itu, ada syarat yang sering diabaikan:

  • Target harus berada di HP rendah
  • Martis harus berada di posisi aman untuk mengeksekusi
  • Momentum teamfight harus menguntungkan

Jika Martis tertinggal level atau item, eksekusi ini justru menjadi berisiko. Masuk terlalu dalam demi reset bisa berujung pada kematian sia-sia, terutama ketika damage Martis tidak lagi cukup untuk menurunkan HP lawan dengan cepat.


Kelemahan Utama: Saat Martis Kalah Tempo

Sekarang kita masuk ke sisi yang jarang dibahas secara jujur: Martis sangat sensitif terhadap tempo permainan.

Saat kalah tempo, Martis mengalami beberapa masalah serius:

1. Anti-CC Tidak Lagi Menakutkan

Di mid hingga late game, musuh biasanya:

  • Memiliki CC berlapis
  • Damage yang lebih tinggi
  • Cooldown skill yang lebih singkat

Immunity Martis tetap ada, tapi durasinya tidak cukup lama untuk menahan tekanan berlapis. Setelah skill habis, ia menjadi target empuk.

2. Damage Tidak Meledak

Martis bukan burst fighter murni. Jika ia tidak unggul item, damage-nya terasa “nanggung”. Ini membuatnya sulit:

  • Menghabisi core lawan
  • Memaksa ultimate reset
  • Menjadi ancaman prioritas

Tanpa reset, Martis kehilangan identitasnya sebagai pembantai berantai.

3. Mudah Ditinggalkan Tempo Rotasi

Martis kuat ketika bisa memaksa pertempuran. Tapi saat musuh bermain disiplin—split push, zoning, dan pick-off—Martis sering tertinggal rotasi. Ia bukan hero dengan mobilitas ekstrem.


Bias Umum: Martis Selalu Kuat di War

Banyak pemain terjebak bias konfirmasi: mereka mengingat momen Martis membantai satu tim, tapi lupa puluhan game di mana Martis tidak berbuat banyak karena kalah tempo.

Padahal, Martis bukan hero scaling. Ia tidak otomatis menjadi lebih kuat seiring waktu seperti marksman atau mage late game. Keunggulannya harus dikonversi sejak awal, bukan disimpan.

Jika early game gagal dimanfaatkan, Martis berubah dari pengganggu menjadi sekadar frontliner yang mudah dibaca.


Perspektif Alternatif: Martis sebagai Pengontrol Tempo, Bukan Penyelamat

Alih-alih melihat Martis sebagai hero “anti-CC yang pasti berguna”, lebih tepat jika ia diposisikan sebagai:

  • Pengontrol tempo early game
  • Pemaksa objektif
  • Penghukum kesalahan positioning lawan

Dalam kerangka ini, Martis tidak dituntut untuk carry sendirian. Tugasnya adalah membuka jalan, bukan menutup permainan sendirian.

Masalah muncul ketika Martis dimainkan seolah-olah ia bisa menggendong tim kapan pun—padahal kit-nya tidak dirancang untuk itu.


Kesimpulan: Kuat Jika Unggul, Rentan Jika Tertinggal

Sebagai penutup, mari kita rangkum dengan jujur.

Martis memang unggul sebagai hero anti-CC.
Martis sangat menekan di early game.
Namun semua itu berlaku jika ia memegang tempo permainan.

Begitu Martis kalah tempo:

  • Anti-CC kehilangan dampak psikologisnya
  • Damage terasa kurang
  • Ultimate sulit di-reset
  • Perannya menyempit drastis

Martis bukan hero penyelamat keadaan, melainkan hero penentu arah permainan sejak awal. Jika kamu memilih Martis, berarti kamu berkomitmen untuk menang cepat dan rapi—bukan menunggu kesempatan di late game.

Jadi sebelum mengunci Martis di draft, tanyakan pada diri sendiri:
apakah kamu siap mengendalikan tempo, atau hanya berharap immune CC bisa menyelamatkan semuanya?

Karena di Mobile Legends, bahkan pejuang Ashura pun bisa kehilangan taring saat waktunya tidak berpihak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *